PROUD TO BE INDONESIAN, MAY ALLAH SWT ALWAYS SAVE AND BLESS INDONESIA....

Thursday, May 10, 2012

KHASIAT CEMPAKA PUTIH


Bunga Cempaka putih
Bunga Cempaka putih
Nama Latin :Michelia alba Dc.

Nama Daerah :
Jeumpa gadeng (Aceh); Cempaka putieh (Minangkabau); Campaka bodas (Sunda); Pecari putih, Cempaka putih (Jawa); Campaka pote (Madura); Cempaka mawure (Sulawesi Utara); Bunga eja kebo, Patene (Ujung Pandang); Bunga eja mapute (Bugis); Capaka bobudo (Ternate); Capaka bobulo (Tidore).

Habitat :Ditanam dipekarangan rumah sebagai tanaman hias dan tumbuh liar dialam bebas.

Deskripsi :
Tumbuhan berupa pohon, tinggi sampai 30 meter. Batang berkayu; daun tunggal, bulat telur, warna hijau. Bunga berwarna putih, bau harum. Tidak pernah berbuah. Diperbanyak secara vegetatif. Bagian yang Digunakan Bunga, daun, dan akar. Bunga cempaka putih selama ini dikenal sebagai bahan campuran pembuatan minyak wangi parfum dan wangi-wangian lainnya. Tanaman cempaka putih merupakan habitus pohon,

Kandungan Cempaka Putih:
Alkaloid mikelarbina dan liriodenina.
Bunga Cempaka putih
Bunga Cempaka putih
Khasiat Cempaka Putih :Bunga :
-Bronkhitis.
-Batuk.
-Demam.
-Keputihan.
-Radang
-prostata.
Daun :
-Bronkhitis.
-Infeksi s`luran kemih.
-Kencing sedikit.
Akar
-Infeksi saluran kemih.

Thursday, March 1, 2012

MAJAPAHIT kEDATON wETAN NEGERI DENGAN bANYAK JULUKAN

MAJAPAHIT KEDATON WETAN

Negeri ini adalah negeri yang sangat jelas kaitannya dengan sejarah masa jauh kerajaan di Jawa. Dan merupakan salah satu sendi dari ambisi besar raja Wisnu Wardhana dalam mewujudkan doktrinnya  CAKRAWALA MANGGALA JAWA atau kesatuan Jawadwipa.  Raja Wisnu Wardhana (abad ke XIII) mengangkat delapan Narariya  atau raja bawahan[1] , dan salah satunya adalah Narariya KIRANA di Lamajang. Doktrin ini ternyata memberi arti yang sangat besar semangat Singosari. Dibawah raja Kertannegara ,Singosari tidak saja menguasai pulau jawa, tetapi malah ,meluas sampai tanah Melayu.Sayang , ambisi yang besar memperluas kerajaan, rupanya memperlemah kedudukan didalam negeri,sehingga negeri ini  dapat ditundukkan Jayakatwang dari kerajaan Gelang Gelang (Kediri).

Ketika putra Kertanegara , R.Wijaya berusaha merebut kembali Singosari dari Jayakatwang dan tentara Tartar , maka R.Wijaya memohon bantuan Arya Wiraraja , seorang adipati Singosari yang melarikan diri ke Madura.Seperti tercantum dalam Prasasti  Gunung Butak,  (1294), menyebutkan adanya perjanjian antara Raden Wijaya sebagai pendiri kerajaan Majapahit dengan Arya Wiraraja yang telah banyak membantu dalam perintisan dan pembentukan kerajaan Majapahit bahwa “pulau Jawa akan dibagi menjadi dua bagian dan masing-masing mendapat sebagian.” Dalam perjanjian itu Arya Wiraraja diberi kekuasaan sebagai  atas wilayah Lumajang Utara, Lumajang Selatan, dan Tigang Juru . Arya Wiraraja kemudian diangkat secara resmi sebagai adipati Nararya[2] .  Maka Lamajang menjadi Majapahit Kedaton Wetan dan  pusat  disebut Majapahit Kedaton  Kulon. Kedua bagian Majapahit memiliki keunggulan yang saling melengkapi. Dan sejarah Majapahit ditentukan oleh hubungan  dua bagian ini. Ketika kedua sanak kadang ini bersatu maka Majapahit mencapai kejayaan , dan ketika terbelah maka suramlah Majapahit. Sejarahwan telah banyak mencatat tentang Majapahit Kedaton Kulon, tetapi sedikit sekali yang menulis tentang Majapahit Kedaton Wetan. Syukurlah karena pada akhir akhir ini  perhatian pada Majapahit Kedaton Wetan  mulai ada.

[1] Prasasti Mula Malurung (1225), Anwar Hudiyono Kompas 10 Sept 2011.
[2]  (Lekkerkerker, 1923:220)

Majapahit Kedaton Wetan  memiliki banyak keistimewaan maka pantaslah  negeri ini mempunyai banyak julukan.Inilah julukan julukan itu.



1.Balumbung……Negeri Yang makmur.Majapahit Kedaton Wetan  ternyata tumbuh menjadi negeri yang subur dan makmur, dan menjadi lumbung pangan Majapahit. Tampilnya Majapahit Kedaton Wetan   sebagai lumbung pangan membuat  Mpu Prapanca dalam Kakawin Nagarakretagama , menyebut negeri ini sebagai Balumbun.Pira teki lawas nira patukanan…..Para mantri ri Bali ri Madura ri Balumbun andalan ika karuhun …..sayawaksiti wetanumark apuphul……[2]Selama beliau (Prabu Hayamwuruk) hadir di Patukangan…..para menteri dari Bali dari Madura dari Balumbun merupakan andalan Baginda….Dimana seluruh daerah timur berkumpul)Kata  Balumbun dalam tulisan itu  merujuk pada kata Palumbungan yang mengandung arti ‘tempat lumbung’ atau gudang Logistik Majapahit,  yang kemudian menjadi lebih dikenal dengan  Blambangan.[3]

Tuesday, December 13, 2011

SEJARAH MAJAPAHIT : PERANG PAREGREG

PERANG PAREGREG adalah perang antara Majapahit istana barat yang dipimpin Wikramawardhana, melawan istana timur yang dipimpin Bhre Wirabhumi. Perang ini terjadi tahun 1404-1406 dan menjadi penyebab utama kemunduran Majapahit.


BERDIRINYA KERAJAAN MAJAPAHIT
Kerajaan Majapahit berdiri tahun 1293 berkat kerja sama Raden Wijaya dan Arya Wiraraja. Pada tahun 1295, Raden Wijaya membagi dua wilayah Majapahit untuk menepati janjinya semasa perjuangan. Sebelah timur diserahkan pada Arya Wiraraja dengan ibu kota di Lumajang.
Pada tahun 1316 Jayanagara putra Raden Wijaya menumpas pemberontakan Nambi di Lumajang. Setelah peristiwa tersebut, wilayah timur kembali bersatu dengan wilayah barat.
Menurut Pararaton, pada tahun 1376 muncul sebuah gunung baru. Peristiwa ini dapat ditafsirkan sebagai munculnya kerajaan baru, karena menurut kronik Cina dari Dinasti Ming, pada tahun 1377 di Jawa ada dua kerajaan merdeka yang sama-sama mengirim duta ke Cina. Kerajaan Barat dipimpin Wu-lao-po-wu, dan Kerajaan Timur dipimpin Wu-lao-wang-chieh.
Wu-lao-po-wu adalah ejaan Cina untuk Bhra Prabu, yaitu nama lain Hayam Wuruk (menurut Pararaton), sedangkan Wu-lao-wang-chieh adalah Bhre Wengker alias Wijayarajasa, suami Rajadewi.
Wijayarajasa rupanya berambisi menjadi raja. Sepeninggal Gajah MadaTribhuwana Tunggadewi, dan Rajadewi, ia membangun istana timur di Pamotan, sehingga dalam Pararaton, ia juga bergelar Bhatara Parameswara ring Pamotan.

ARTI, FAKTOR TERJADINYA DAN JENIS-JENIS ANGIN

ANGIN adalah udara yang bergerak yang diakibatkan oleh rotasi bumi dan juga karena adanya perbedaan tekanan udara di sekitarnya. Angin bergerak dari tempat bertekanan udara tinggi ke bertekanan udara rendah.
Apabila dipanaskan, udara memuai. Udara yang telah memuai menjadi lebih ringan sehingga naik. Apabila hal ini terjadi, tekanan udara turun kerena udaranya berkurang. Udara dingin di sekitarnya mengalir ke tempat yang bertekanan rendah tadi. Udara menyusut menjadi lebih berat dan turun ke tanah. Di atas tanah udara menjadi panas lagi dan naik kembali. Aliran naiknya udara panas dan turunnya udara dingin ini dinamanakan konveksi.


FAKTOR TERJADINYA ANGIN, yaitu:
Letak tempatGradien barometris
Bilangan yang menunjukkan perbedaan tekanan udara dari 2 isobar yang jaraknya 111 km. Makin besar gradien barometrisnya, makin cepat tiupan angin.
Kecepatan angin di dekat khatulistiwa lebih cepat dari yang jauh dari garis khatulistiwa.

Saturday, October 29, 2011

Candi Agung Peninggalan Mpu Nambi Jarang Dikunjungi Masyarakat dan Pelajar

Lumajang, - Candi Agung yang berada di Desa/Kecamatan Randuagung merupakan peninggalan dari Mpu Nambi yang merupakan Mahapatih Pertama Kerajaan Majapahit sejak didirikan oleh Raden Wijaya bersama Arya Wiraraja. Namun, sayang seribu sayang, candi yang diperkirakaan pertapaan Patih Nambi yang merupakan tokoh sejarah asal Lumajang jarang dikunjungi masyarakat dan wisatawan.

"Sepi sekali pengujung kesini mas, padahal ini peninggalan sejarah Lumajang dan cocok untuk pengetahuan pendidikan," kata Sawuk, penjaga situs Candi Agung pada kabarlumajang.net, Kamis (20/10).
Dia menceritakan dari berbagai sumber, Nambi adalah pemegang jabatan rakryan patih pertama dalam sejarah Kerajaan Majapahit. Ia ikut berjuang mendirikan kerajaan tersebut namun kemudian gugur sebagai korban fitnah pada pemerintahan raja kedua "Jayanegara". Pararaton dan Kidung Panji Wijayakrama menyebut Nambi sebagai salah satu abdi Raden Wijaya yang ikut mengungsi ke tempat Arya Wiraraja di Songeneb (nama lama Sumenep) ketika Kerajaan Singasari runtuh diserang pasukan Jayakatwang tahun 1292. Sedangkan menurut Kidung Harsawijaya, Nambi adalah putra Arya Wiraraja yang baru kenal Raden Wijaya di Songeneb (Sumenep).

Kidung Harsawijaya mengisahkan pula, Nambi kemudian dikirim ayahnya untuk membantu Raden Wijaya membuka Hutan Terik menjadi sebuah desa pemukiman bernama Majapahit. Kisah ini berlawanan dengan Kidung Panji Wijayakrama dan Kidung Ranggalawe yang menyebut nama putra yang dikirim Arya Wiraraja adalah Ranggalawe, bukan Nambi.Pararaton selanjutnya mengisahkan, pada saat Raden Wijaya menyerang Kadiri pada tahun 1293, Nambi ikut berjasa membunuh seorang pengikut Jayakatwang yang bernama Kebo Rubuh."Nambi tokoh asal LUmajang asli," ungkapanya.

Jabatan yang Disandang yang disandang pati Nambi, Dalam kitab Pararaton mengisahkan setelah kekalahan Jayakatwang tahun 1293, Raden Wijaya mendirikan Kerajaan Majapahit dan mengangkat diri menjadi raja. Jabatan patih atau semacam perdana menteri diserahkan kepada Nambi. Berita ini diperkuat oleh prasasti Sukamerta tahun 1296 yang memuat daftar nama para pejabat Majapahit, antara lain Rakryan Patih Mpu Tambi.
Menurut Kidung Panji Wijayakrama dan Kidung Ranggalawe, pengangkatan Nambi inilah yang memicu terjadinya pemberontakan Ranggalawe di Tuban tahun 1295. Ranggalawe merasa tidak puas atas keputusan tersebut karena Nambi dianggap kurang berjasa dalam peperangan. Atas izin Raden Wijaya, Nambi berangkat memimpin pasukan Majapahit menyerang Tuban. Dalam perang itu, Ranggalawe mati di tangan Kebo Anabrang.

Warga Sumenep Menemukan Makam Kuno

Surabaya, - Penemuan 7 makam di Dusun Kampung Baru, Desa Pandian, Kecamatan Kota, Sumenep, bisa saja penyebar agama Islam dari murid Sunan Bonang. Namun, kepastian itu perlu dilakukan penelitian lebih dalam.

"Ya perlu dicross chek dulu untuk mengetahui kebenarannya. Apa benar yang tertulis di nisannya sesuai dengan zamannya," ujar Ahli Sejarah dan Pemikiran Islam IAIN Sunan Ampel, Surabaya, Prof Abdul A'la, saat bincang-bincang dengan detiksurabaya.com, Selasa (8/3/2011).

Diantara makam yang ditemukan warga 10 Februari 2011 tersebut, terdapat dua makam yang nisannya bertuliskan Bonang dan Syekh Sayid Abdullah. Di bagian nisan tersebut, juga terdapat tulisan caraka Jawa kuno dengan bertuliskan wafat 1151 Hijriyah.

A'la menerangkan, 1151 H yang berarti sekitar abad 17. Kalau di era penyebaran agama Islam yang dilakukan Sunan Ampel, pada abad sekitar 15 dan Sunan Ampel wafat sekitar pertengahan abad 15. Sedangkan Sunan Bonang dalam menyebarkan agama Islam, sekitar pertengahan abad 15 dan wafatnya sekitar awal abad 16.

"Bisa saja makam itu adalah murid tidak langsung dari Sunan Bonang untuk menyebarkan agama Islam di Madura. Tapi semuanya perlu bertugas mencari sepak terjang beliau," kata pria yang juga menjabat sebagai Pembantu Rektor I bidang akademik IAIN Sunan Ampel.

A'la mengimbau kepada masyarakat terkait penemuan makam tersebut, agar mengembalikan fungsi kuburan. Jika dalam waktu lebih dari dua tahun, makam tersebut bisa ditempati makam lainnya.


Sedangkan untuk pemerintahan, bisa mengutus badan Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan Mojokerto, untuk mengecek ke lokasi dan meneliti, apakah makam itu benar atau tidak.

"Kalau ada, orang boleh mendoakan dan mengingat jasanya serta melaksanakan dan mengingat perjuangannya menyebarkan Islam dengan kedamaian," jelasnya.






Sumber: detik.com, http://arkeologi.web.id

Monday, October 24, 2011

SEJARAH MASJID AGUNG BANGKALAN

Pembangunan Masjid Agung Kota Bangkalan merupakan hal yang tidak terpisahkan dengan sejarah awal perpindahan pusat pemerintahan kerajaan di Madura, karena sejak ditangkapnya dan dibuangnya Pangeran Tjakraadiningrat ke IV (memerintah tahun 1718 sampai dengan 1745) yang disebut Sidingkap (asal kata Sido-Ing-Kaap) oleh Belanda (Kaap de Goede Hoop/Afrika), yang semula didesa Sembilangan dipindahkan ke Desa Kraton Bangkalan (tahun 1717) dengan diawali 3 bangunan utama yang terdiri dari :
1. Bangunan Kraton (sebolah timer)
2. Bangunan Paseban (di tengah)3. Bangunan tempat ibadah/masjid (sebelah barat)
Adapun penggantinya adalah Pangeran Adipati Setjoadiningrat dengan gelar Panembahan Tjakraadiningrat Ke V yang kemudian setelah watat disebut Pangeran Sidomukti (asal kata Sido-ing-mukti) yang memerintah tahun 1745 sampai 1770 dan dikebumikan di Aermata, Arosbaya. Pada masa pemerintahannya (tahun 1774) Kraton dipindahkan ke Bangkalan.Pangeran Sidomukti mempunyai putra R. Abd. Djamil, menjadi Bupati Sedayu dengan gelar R. Tumenggung Ario Suroadiningrat dan wafat mendahului Pangeran Sidomukti dengan meninggalkan istri yang sedang hamil 7 bulan dan setelah lahir diberi nama R. Tumenggung Mangkuadiningrat dan bergelar Tjakraadiningrat VI (PanembahanTengah) wafat tahun 1780 dimakamkan di Aermata, Arosbaya.
Setelah Tjakraadiningrat VI wafat diganti Saudara ayahnya yang bernama R. Abdurrahman atau R. Tawangalun alias R. Tumenggung Ario Suroadiningrat atau Panembahan Adipati Tjakraadiningrat VII (memerintah tahun 1780 sarnpai dengan 1815) yang kemudian dikenal sebagai Sultan Bangkalan I. Masjid waktu itu masih khusus untuk keluarga kraton.

Mulai Tjakraadiningrat ke VII pemerintahan berupa kesultanan dan penggantinya Sultan R. Abd. Kadirun (Sultan Bangkalan ke II) memerintah tahun 1847. Dalam kurun pemerintahan Sultan R. Abd. Kadirun, tepatnya pada hari Jum’at Kliwon tanggal 14 Jumadil Akhir 1234 H atau 10 April 1819 M sesudah Sholat Jum’at, tiang agung dipancangkan (pemugaran yan pertama) dengan ukuran 30 m x 30 m, dan waktu itu diresmikan sebagai wakaf/dijadikan Masjid Umum (Jami).
Para sesepuh Bangkalan menyatakan bahwa Masjid Jami’ Kota Bangkalan dibina oleh Panembahan Sidomukti dan diwakafkan oleh Sultan R. Abd. Kadirun yang wafat pada tanggal 11 safar 1236 H (tahun 1847) dimakamkan di kompleks tanah Masjid/dibelakang Masjid yang disebut Cungkup. Sedang tulisan (kaligrafi) yang tertera disekeliling Masjid ditulis oleh R. Moh. Zaid yang kemudian diberi gelar Raden Mas Kayadji.
PEMUGARAN MASJID AGUNG BANGKALAN
Dalam pemugaran Masjid Jami’ tersebut berkembang cerita bahwa sewaktu Sultan berkenan hendak meluaskan dan membangun Masjid yang agung dan berwibawa, beliau memerintahkan untuk mencari kayu jati 4 batang yang besar dan tingginya sama untuk tiang agung dan ternyata hanya memperoleh 3 batang, sedang yang satu batang besarnya sama namun tingginya kurang dan kurang lurus, sedang waktu untuk mencari sudah tidak ada lagi.
Dalam keadaan yang demikian, maka tampillah seorang Ulama yang bernama K. Nalaguna (makamnya dikampung Barat Tambak Desa Pejagan Bangkalan) yang kemudian dikenal sebagai Empu Bajraguna (ahli membuat senjata/keris) yang bersedia untuk mengusahakan agar kayu tersebut dimandikan dan dibungkus dengan kain putih dan dikirap keliling kota, dan setelah dikirap kain pembungkusnya dibuka, ternyata berkat karomah Ulama tersebut kayu itu sama tinggi dan besarnya, sehingga tepat pada waktu yang telah ditentukan. Kayu tersebut dipancangkan disebelah muka bagian utara yang kemudian tiang tersebut diambil dari Arosbaya tanpa menggunakan alat pengangkut (transport), cukup dengan gotong royong masyarakat dengan cara sambung menyambung (bahasa madura Lorsolor).
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...