PROUD TO BE INDONESIAN, MAY ALLAH SWT ALWAYS SAVE AND BLESS INDONESIA....
Showing posts with label Sains. Show all posts
Showing posts with label Sains. Show all posts

Tuesday, December 13, 2011

ARTI, FAKTOR TERJADINYA DAN JENIS-JENIS ANGIN

ANGIN adalah udara yang bergerak yang diakibatkan oleh rotasi bumi dan juga karena adanya perbedaan tekanan udara di sekitarnya. Angin bergerak dari tempat bertekanan udara tinggi ke bertekanan udara rendah.
Apabila dipanaskan, udara memuai. Udara yang telah memuai menjadi lebih ringan sehingga naik. Apabila hal ini terjadi, tekanan udara turun kerena udaranya berkurang. Udara dingin di sekitarnya mengalir ke tempat yang bertekanan rendah tadi. Udara menyusut menjadi lebih berat dan turun ke tanah. Di atas tanah udara menjadi panas lagi dan naik kembali. Aliran naiknya udara panas dan turunnya udara dingin ini dinamanakan konveksi.


FAKTOR TERJADINYA ANGIN, yaitu:
Letak tempatGradien barometris
Bilangan yang menunjukkan perbedaan tekanan udara dari 2 isobar yang jaraknya 111 km. Makin besar gradien barometrisnya, makin cepat tiupan angin.
Kecepatan angin di dekat khatulistiwa lebih cepat dari yang jauh dari garis khatulistiwa.

Tuesday, July 26, 2011

Lapisan Pasir Ungkap Jejak Tsunami Purba

Pemukiman yang tersapu habis oleh gelombang tsunami di pesisir Aceh, Desember 2004.
Kompas/Nasru Alam Aziz  
 
KOMPAS.com - Tsunami yang melanda Aceh pada 2004 lalu bukan tsunami pertama yang pernah terjadi di Serambi Mekah. Berdasarkan riset yang dilakukan LIPI, Aceh pernah dilanda tsunami pada sekitar 600 tahun yang lalu.

Penelitian dilakukan dengan menganalisis endapan paleotsunami di daerah Meulaboh, Nanggroe Aceh Darussalam. "Dari situ terlihat bahwa pernah terjadi tsunami besar di Aceh sekitar 600 tahun silam," jelas Eko Yulianto, peneliti LIPI, pada Senin (25/7/2011).

Data yang diungkapkan oleh Eko ini menepis anggapan bahwa Aceh belum pernah dilanda gempa Bumi di atas 9 skala Richter sebelum tahun 2004. "Sayang, hal ini ditemukan setelah musibah 2004. Jika ditemukan lebih cepat, sebenarnya jumlah korban gempa dan tsunami bisa diminimalisir," kata Eko.
Pendapat Eko didukung oleh Brian F. Atwater dari USGS. Brian memperkirakan bencana yang sama pernah terjadi pada sekitar tahun 1800. "Gelombang tsunami Aceh pada 2004 bukan yang pertama," katanya.

Tsunami Pangandaran

Eko juga melakukan penelitian di tebing dekat Sungai Cikembulan, Pangandaran, Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan empat lapisan pasir yang disebutnya bisa menjadi bukti awal bahwa area tersebut pernah beberapa kali dilanda tsunami. Salah satu lapisan berupa lapisan pasir tebal yang terendap di atas lumpur mangrove. Dalam lapisan itu terdapat cangkang Foraminifera.

Temuan itu mengungkapkan bahwa kurang lebih 400 tahun yang lalu, di wilayah ini pernah terjadi tsunami. "Skalanya jauh lebih besar daripada tsunami 2006 lalu," kata Eko yang pakar paleotsunami. (National Geographic Indonesia/Alex Pangestu)

sumber : http://sains.kompas.com/

Keragaman Spesies Mekongga Memukau Dunia

LIPI - Sejumlah fauna eksotis yang ditemukan di Pegunungan Mekongga
KENDARI, KOMPAS.com — Tim peneliti dari University of California-Davis, Amerika Serikat, terpukau dengan beragamnya keanekaragaman hayati yang mereka temukan di Pegunungan Mekongga, Sulawesi Tenggara. Dari hasil penelitian sementara, tim tersebut menyimpulkan bahwa Pegunungan Mekongga merupakan salah satu wilayah dengan keanekaragaman hayati terkaya di dunia.

"Selama penelitian di Mekongga, kami menyaksikan keanekaragaman (hayati) yang luar biasa," kata Professor Lynn Kimsey, Sabtu (23/7/2011). Lynn merupakan salah satu ahli entomologi (serangga) yang selama sebulan terakhir melakukan penelitian bersama tim dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia di Pegunungan Mekongga.

Lynn menambahkan, selama meneliti di pegunungan yang terletak di Kabupaten Kolaka dan Kolaka Utara, Sultra, itu ia berhasil mengumpulkan 100.000 sampel serangga. Dari jumlah itu, Lynn memprediksi separuhnya merupakan jenis baru yang belum pernah ditemukan sebelumnya.

Direktur Bohart Museum UC-Davis tersebut juga menambahkan, dibandingkan beberapa tempat yang pernah ditelitinya, seperti Cile, Panama, Papua, dan Australia, serangga-serangga yang ditemukan di Mekongga memiliki karakter unik. "Misalnya, kami menemukan lebah raksasa terbesar di dunia (sepanjang 4 cm) yang tak ditemukan di tempat lain," ujarnya.

Selama sebulan terakhir, tim gabungan LIPI dan UC-Davis ini melakukan penelitian lanjutan di Pegunungan Mekongga dalam kerangka International Cooperative Biodiversity Group-Indonesia yang telah berlangsung sejak 2009. Penelitian ini dimaksudkan untuk mendata keanekaragaman hayati Pegunungan Mekongga dan melihat prospek flora dan fauna yang bisa dimanfaatkan untuk obat-obatan, sumber energi, ataupun penanganan hama penyakit.

Selain Lynn, terdapat dua ahli lainnya dari UC-Davis, yakni Bob Kimsey (entomologi) dan Alan Thomas Hitch (ekologi vertebrata). Adapun tim dari LIPI terdiri dari 18 ahli flora dan fauna, seperti ahli mamalia, tumbuhan, reptil, burung, dan ikan, yang salah satu pemimpin timnya adalah ahli botani LIPI, Elizabeth A Widjaja.

sumber : http://sains.kompas.com/

Friday, July 22, 2011

Siklus Air (Sains for Kids)

Amati sepedamu. Cobalah memutar pedalnya dengan tangan. Perhatikan! Saat memutarnya, posisi tanganmu pasti akan berubah. Mula-mula di atas. Kemudian di samping kiri, setelah itu ada di bagian bawah. Sesaat kemudian ada di sisi kanan, dan kembali lagi di posisi atas. Bila kamu memutarnya dari posisi atas hingga posisi itu lagi berarti kamu telah membuat satu putaran. Benar, kan?
Istilah lain untuk putaran adalah siklus. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan kejadian yang selalu berulang. Salah satu contoh kejadian di alam yang selalu berulang adalah air. Empat proses utama siklus air adalah penguapan, kondensasi, presipitasi, dan aliran air. Yuk, kita telusuri pengembaraan air ...

Tempat penyimpanan air

Tempat berkumpulnya air di planet kita tidak hanya ada di laut. Memang sih, sekitar 97 persen air berkumpul di laut. Jumlah itu tidak mengherankan, karena lebih dari 2/3 permukaan Bumi yang bundar ini tertutup air.
Sumber air lainnya ada di kutub. Kutub Utara dan Selatan menyimpan sekitar 2 persen air yang ada di Bumi. Karena temperatur di sana sangat dingin, sebagian besar tersimpan dalam bentuk es.
Sekitar 1 persen cadangan air lainnya tersebar. Ada yang berkumpul di danau, sungai-sungai, dan rawa-rawa. Ada yang membeku di puncak-puncak gunung tinggi sebagai salju. Bahkan ada yang tersimpan di dalam tanah.
siklus air - http://sains-iptek.blogspot.com/

Zat dan Wujudnya

Zat adalah segala sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang.
Contoh:
Air memiliki massa dan menempati ruang.

A. Massa Jenis Zat
Massa jenis didefinisikan sebagai hasil bagi massa dengan volume dari suatu jenis zat.
p= m/v
m = massa (kg atau gram)
v = volume (m3 atau cm3)
p = massa jenis (kg/m3 atau gram/cm3)

B. Wujud Zat dan Perubahannya
a. Wujud Zat
Wujud suatu zat terbagi menjadi sebagai berikut.
1. Zat Padat
Zat padat mempunyai ciri sebagai berikut.
— Bentuk dan volumenya tetap.
— Susunan partikel-partikelnya sangat rapat dan teratur.
— Gaya tarik-menarik antarpartikelnya sangat kuat.
— Gerak partikelnya sangat terbatas.
2. Zat Cair
Zat cair mempunyai ciri sebagai berikut.
— Bentuknya berubah sesuai dengan wadahnya, tetapi volumenya tetap.
— Susunan partikelnya kurang teratur.
— Gaya tarik-menarik antarpartikelnya kurang kuat.
— Gerak partikelnya lebih bebas, tetapi sulit meninggalkan ikatannya.
3. Zat Gashttp://artikelterbaru.com/wp-admin/post-new.php
Zat gas mempunyai ciri sebagai berikut.
— Bentuk dan volumenya berubah sesuai dengan bentuk dan volume wadahnya.
— Susunan partikelnya acak dan renggang.
— Gaya tarik-menarik antarpartikelnya lemah.
— Gerak partikelnya bebas dan mudah terlepas dari ikatannya.
b. Perubahan Wujud Zat
Zat dapat mengalami perubahan karena pengaruh energi. Perubahan wujud zat dikelompokkan menjadi dua perubahan, yakni perubahan fisika dan perubahan kimia.
1. Perubahan Fisika
Perubahan fisika adalah perubahan zat yang tidak disertai dengan terbentuknya zat lain jenis baru.
2. Perubahan Kimia
Perubahan kimia adalah perubahan zat yang disertai dengan terbentuknya zat lain jenis baru, seperti pembakaran rokok yang menghasilkan nyala api, asap, dan abu.

Al-Qur'an dan Sains: Proses Terciptanya Awan

Al-Qur'an dan Sains: Proses Terciptanya Awan
Awan yang berarak lalu berkumpul dan menurunkan hujan.

Oleh: DR Abdul Basith Jamal & DR Daliya Shadiq Jamal

Awan yang terdapat di langit, pada mulanya terbentuk dari air yang berada di permukaan bumi yang mengalami penguapan. Setelah terbentuk, awan ini digiring oleh angin dari tempat penguapannya ke tempat pengendapannya atau ketempat di mana ia akan dicurahkan sebagai hujan.

Kecepatan angin yang menggiring awan lebih cepat dari awan itu sendiri. Angin ini berfungsi untuk mengumpulkan gumpalan-gumpalan awan yang satu dengan yang lainnya sehingga terhimpun di satu wilayah tertentu di kawasan atmosfir bumi. Di mana di tempat ini terdapat arus udara yang menekannya dari arah bawah gumpalan awan tersebut, dan terdapat butiran-butiran es dari arah atas dan bulir-bulir air dari bawahnya.

Awan yang telah terhimpun di suatu tempat, tidak hanya terhimpun karena proses pertemuan antara beberapa gumpalan awan yang dibawa oleh angin. Namun hal itu juga disebabkan arus dan aliran listrik yang terdapat pada awan-awan tersebut, baik arus positif maupun arus negatif, di mana pertemuan kedua arus, mengakibatkan percikan listrik yang berpengaruh pada awan.

Proses terhimpunnya awan ini terbentuk dalam pola yang menumpuk, di mana awan yang telah terkumpul, masih terus ditambahi oleh awan yang berikutnya. Dan berdasarkan penelitian para ilmuwan, penumpukan awan ini berbentuk seperti gunung, di mana pada bagian bawah lebih luas daerahnya dan bagian atas lebih menyempit.

Pergesekan yang terjadi antara himpunan awan yang berbeda-beda dengan kilat sebagai percikan listrik mengakibatkan terjadinya suara halilintar yang menggelegar dan mengguncangkan siapa saja yang dekat dengan tempat kejadiannya, sebagai akibat dari gelombang suara yang memiliki tingkat frekwensi yang sangat tinggi. Suara halilintar ini sering terjadi, sambil mengiringi jatuhnya air hujan ke bumi.

Demikianlah proses terjadinya awan, halilintar dan hujan. Hakikat ilmiah ini, tidak diketahui secara pasti dan detail, kecuali setelah kemajuan pesat dalam bidang penelitian luar angkasa dan ilmu meteorologi.

Padahal Al-Qur'an sendiri, sejak 14 abad yang lalu, telah memberikan petunjuknya berkaitan dengan fenomena alam ini, dalam surah An-Nur ayat 43. Allah SWT berfirman: "Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan."

Dari ayat di atas, kita mendapatkan Al-Qur'an telah menjelaskan proses terciptanya awan dan proses pengumpulan awan-awan yang kecil sehingga menjadi gumpalan awan yang besar. Sebagaimana, ia juga menjelaskan tentang akibat dari himpunan gumpalan awan tersebut, yaitu terjadinya kilat dan halilintar dan bentuk dari gumpalan awan tersebut, yang berbentuk seperti gunung. Sebagaimana firman Allah SWT: "dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung".


Redaktur: cr01
Sumber: Ensiklopedi Petunjuk Sains dalam Al-Qur'an dan Sunnah
               http://www.republika.co.id/

Wednesday, July 13, 2011

Al-Qur'an dan Sains : Garis Edar

  se7enheavens.blogspot.com
Al-Qur'an dan Sains: Garis Edar
Ilustrasi
 
Oleh: DR Abdul Basith Jamal & DR Daliya Shadiq Jamal

Setelah terjadinya ledakan besar dan gugusan benda-benda langit terbentuk, maka tiap benda langit tidak secara sendirian bergerak dan berjalan. Akan tetapi, masing-masing terkait dengan benda langit lainnya dalam satu gugusan kosmik yang mengagumkan.

Gugusan kosmik ini bergerak dalam waktu yang teratur dan terbagi-bagi lagi ke dalam gugusan yang lebih kecil. Di mana benda yang terkecil beredar mengelilingi benda yang lebih besar. Setiap benda ini memiliki kecepatan khusus dan garis edar tempat ia bergerak sehingga tidak terjadi benturan antar yang satu dengan yang lainnya yang dapat mengakibatkan kehancurannya.

Kecepatan antara satu benda dengan benda yang lainnya yang terdapat dalam satu gugusan tidak sama. Karena jika masing-masing memiliki kecepatan yang sama, bisa menyebabkan kerusakan sistem yang mengatur gerakan semua benda ini. Di mana masing-masing benda langit, memiliki gaya gravitasi (saling menarik) dan gaya penahan (menjauh) yang berbeda-beda.

Para ilmuwan selama ini telah berusaha sekuat tenaga, untuk mengetahui sistem pembagian garis edar untuk masing-masing benda langit dan ukuran kecepatan masing-masing serta hubungan antara satu benda dengan yang lainnya, hingga mereka dapat menyimpulkan sistem alam semesta ini, sebagaimana yang telah dijelaskan di atas.

Al-Qur'an dan Sains : Bentuk Bulat Bumi

sanmonku.deviantart.com
Al-Qur'an dan Sains: Bentuk Bulat Bumi
Bumi

Oleh: DR Abdul Basith Jamal & DR Daliya Shadiq Jamal

Pada masa lalu, keyakinan yang menjadi pendapat umum pada saat itu, menyatakan bahwa bumi mempunyai batasan akhir yang sekiranya manusia melewati batas itu, ia akan jatuh ke luar angkasa.

Namun lama kemudian, ternyata keyakinan mereka bertentangan dengan realitas yang mereka temukan sendiri. Mereka mendapatkan, ketika seseorang berjalan dan terus menelusuri semua permukaan bumi, dia tidak bisa terlepas dari luar lingkup permukaan bumi dan tidak terlempar ke luar angkasa.

Realitas yang mereka dapatkan ini, mendorong mereka untuk berpikir dan melakukan penelitian-penelitian berkenaan dengan bentuk sebenarnya dari bumi yang mereka huni. Bukti-bukti yang mereka dapatkan menunjukkan bahwa bumi, ternyata berbentuk bulat.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...